Selasa, 28 Juni 2011
dokter
teringat kata dosen pj neurosains yang super-duper dewa di masalah saraf persarafan. yang benar-benar hafal seluk beluk saraf manusia. yang sudah benar-benar hafal mati ttg persarafan, dan membuat gw menjadi sarap memikirkan bagaimana beliau bisa hafal mati ttg saraf seperti itu.
o i ya, sebelum gw lanjut,
kita pendahuluan dulu yah... hahahahhaa
gw bener-bener sarap memikirkan ttg sarap manusia. kita menggerakkan tangan dengan kita mikir bagaimana cara mnggerakkan tangan, lebih lama mikirnya... ckckckckck...
kali ini gw ada di modul neurosains, neuro=saraf, sains=ilmu, jadi neurosains=ilmu yang membuat sarap, eh salah.... ilmu ttg saraf maksudnya... hahahahahhaa.....
gw sih sebenernya ga nyangka juga... gw bisa hafal dimana letak-letak tuh pusat saraf, dan gw bisa hafal ttg 1 halaman sobotta. (1 aj.... itu pun bentar-bentar lupa... hhahahahaha)
ok balik lagi ke perkataan dosen gw yang dewanya neurologi.
dia bilang....
"dikedokteran kita belajar banyak hal, di tahun-tahun awal kita belajar ttg bgaimana kita menyukai apa yang tidak kita sukai, misalnya buku-buku yang tebal" (buku tebal read: buku yang lebih menggiurkan untuk dijadikan bantal)
itu terbukti, di tahun-tahun awal gw harus belajar bagaimana caranya gw ga bertemu dengan matematika yang sangat kucintai dan mencintai biologi yang sangat kuhujat saat sma. hahahahaha....
terus dia juga berkata "di tahun terakhir kita belajar untuk merendahkan diri serendah-rendahnya meskipun kita benar" ini misalnya kita koas terus d marah marahin sama dokter senior di depan para pasien.
di tahun-tahun pertama aku belajar di kedokteran aku belajar
1. menyukai apa yang tidak aku sukai
2. mengerti teman sejawat
3. tidak mengikuti ego sendiri
4. berusaha menghargai orang lain.
5. take and give dengan senior.
6. mmperbaiki diri
ok.... dokter adalah kerjaan yang sangat sempurna...
amat sempurna...
saking sempurnanya gw bingung. apakah pantas gw jadi dokter.
gila....
nama gw akan menjadi dr.yusdita oktavia
atau dr. yusdita oktavia Sp.A beberapa tahun kemudiannya.
kadang gw mikir....
gw yang hanya anak yang geblek, sedeng, saraf, tiba-tiba berada di ruangan berwarna putih, meja keren, mengalungi benda yang berbunyi "deg deg deg" klo diletakkan di dada kiri, dan berhadapan dengan pasien-pasien....
klo kata dosen dosen dan senior senior gw sih "dokter itu yang terpenting attitude, attitude, attitude, knowledge and skill" gila ga tuh? 3 attitude, 1 knowledge and skill....
setelah gw memeriksa diri gw sendiri,
attitude... (teeeeet....... )
knowledge and skill (teeeeet...)
pantaskah aku menjadi seorang dokter... o my god......
gw bingung deh...
klo dokter berattitude tp ga berknowledge dan skill, kan bisa mati yah pasiennya... ckckckckckk....
ok...
anggaplah gw berattitude baik, sangat baik, baik sekali...
tp knowledge gw pas-pasan...
apa masih dibilang berattitude yah gw klo gw salah diagnosis trus manusia mati, ckckckck...
gila....
sebenernya... dari dulu gw ga pernah kepikiran ttg dokter untuk jadi mata pencaharian gw...tp.... kenyataan membawa diriku untuk menjadi seorang dokter... dokter yang harus menyehatkan indonesia, membuat sebuah penemuan yang mutakhir demi kelangsungan hidup orang banyak....(ini dikasih efek-efek sound dan background kembang-kembang yang mmbuat suasana menjadi menggebu-gebu) hahahahahaha agak lebay sih sebenarnya....
o iya...
dokter juga harus menghindari kesalahan yang seminim mungkin....
salah sedikit aj.... orang mati...
contoh :
memisahkan tumor di otak seperti memisahkan daging yang ditempeli serat-serat tahu, bagaimana mengambil dagingnya tanpa merusak tahunya./>
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
o i ya, sebelum gw lanjut,
kita pendahuluan dulu yah... hahahahhaa
gw bener-bener sarap memikirkan ttg sarap manusia. kita menggerakkan tangan dengan kita mikir bagaimana cara mnggerakkan tangan, lebih lama mikirnya... ckckckckck...
kali ini gw ada di modul neurosains, neuro=saraf, sains=ilmu, jadi neurosains=ilmu yang membuat sarap, eh salah.... ilmu ttg saraf maksudnya... hahahahahhaa.....
gw sih sebenernya ga nyangka juga... gw bisa hafal dimana letak-letak tuh pusat saraf, dan gw bisa hafal ttg 1 halaman sobotta. (1 aj.... itu pun bentar-bentar lupa... hhahahahaha)
ok balik lagi ke perkataan dosen gw yang dewanya neurologi.
dia bilang....
"dikedokteran kita belajar banyak hal, di tahun-tahun awal kita belajar ttg bgaimana kita menyukai apa yang tidak kita sukai, misalnya buku-buku yang tebal" (buku tebal read: buku yang lebih menggiurkan untuk dijadikan bantal)
itu terbukti, di tahun-tahun awal gw harus belajar bagaimana caranya gw ga bertemu dengan matematika yang sangat kucintai dan mencintai biologi yang sangat kuhujat saat sma. hahahahaha....
terus dia juga berkata "di tahun terakhir kita belajar untuk merendahkan diri serendah-rendahnya meskipun kita benar" ini misalnya kita koas terus d marah marahin sama dokter senior di depan para pasien.
di tahun-tahun pertama aku belajar di kedokteran aku belajar
1. menyukai apa yang tidak aku sukai
2. mengerti teman sejawat
3. tidak mengikuti ego sendiri
4. berusaha menghargai orang lain.
5. take and give dengan senior.
6. mmperbaiki diri
ok.... dokter adalah kerjaan yang sangat sempurna...
amat sempurna...
saking sempurnanya gw bingung. apakah pantas gw jadi dokter.
gila....
nama gw akan menjadi dr.yusdita oktavia
atau dr. yusdita oktavia Sp.A beberapa tahun kemudiannya.
kadang gw mikir....
gw yang hanya anak yang geblek, sedeng, saraf, tiba-tiba berada di ruangan berwarna putih, meja keren, mengalungi benda yang berbunyi "deg deg deg" klo diletakkan di dada kiri, dan berhadapan dengan pasien-pasien....
klo kata dosen dosen dan senior senior gw sih "dokter itu yang terpenting attitude, attitude, attitude, knowledge and skill" gila ga tuh? 3 attitude, 1 knowledge and skill....
setelah gw memeriksa diri gw sendiri,
attitude... (teeeeet....... )
knowledge and skill (teeeeet...)
pantaskah aku menjadi seorang dokter... o my god......
gw bingung deh...
klo dokter berattitude tp ga berknowledge dan skill, kan bisa mati yah pasiennya... ckckckckckk....
ok...
anggaplah gw berattitude baik, sangat baik, baik sekali...
tp knowledge gw pas-pasan...
apa masih dibilang berattitude yah gw klo gw salah diagnosis trus manusia mati, ckckckck...
gila....
sebenernya... dari dulu gw ga pernah kepikiran ttg dokter untuk jadi mata pencaharian gw...tp.... kenyataan membawa diriku untuk menjadi seorang dokter... dokter yang harus menyehatkan indonesia, membuat sebuah penemuan yang mutakhir demi kelangsungan hidup orang banyak....(ini dikasih efek-efek sound dan background kembang-kembang yang mmbuat suasana menjadi menggebu-gebu) hahahahahaha agak lebay sih sebenarnya....
o iya...
dokter juga harus menghindari kesalahan yang seminim mungkin....
salah sedikit aj.... orang mati...
contoh :
memisahkan tumor di otak seperti memisahkan daging yang ditempeli serat-serat tahu, bagaimana mengambil dagingnya tanpa merusak tahunya./>
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
menjadi dokter tu bukan tentang kesempurnaan tong,,tapi tentang kemanusiaan,,ikatan n tanggung jawab,,
hehehe
Posting Komentar